Jumat, 08 Juni 2012

Tips Merawat dan Menambal Ban Tubless


Bagi teman teman yang suka berkendara, masalah seputar ban bocor tentu sering ditemui dan harus diwaspadai. Meskipun ban masih baru, tapi kalo lagi apes, kempes juga ketusuk benda lancip seperti paku dan semacamnya. Lalu ban itu digantikan ban serep dan dibawa ke tukang tambal ban. Lalu apa yang akan dilakukan tukang tambal?  Dengan pembelaan bahwa ban akan ditambal, ban yang tadinya utuh tadi sekarang ditusuk dengan alat tusuk yang besarnya  kira kira sama dengan ukuran kelingking kita. Ban yang tadinya bocor hanya seujung jarum, sekarang dibuat bolong sebesar mulut pipa. Para tukang tambal ban tubles menyebutnya dengan “Cara menambal ban tubeless”. Tahukah anda bahwa ini adalah permulaan dari kiamatnya ban baru kita.
Setelah dibolongi dengan alat tadi, tali serabut disumbatkan ke bolongan ban dengan regangan yang cukup potensial untuk semakin merusak ban. Mulai dari bahan karetnya, anyaman benangnya sampai anyaman kawatnya dibikin sobek dan putus berantakan, sehingga ban kita menjadi semakin lemah.  Inilah bentuk kiamat dari ban kita setelah membayar ongkos tambal 8 – 10 ribu perak. Untuk pertama kalinya tambalan mungkin masih bisa bertahan selama beberapa  minggu atau bulan, tapi jika bocor lagi dititik yang sama kagak bisa lagi disumbat dengan tali serabut itu. Melainkan harus menggunakan ban dalam. Lho ??.. ini kan ban Tubles,.. masa pakai ban dalam ? (^_^)v.
Padahal kalau kita mau bersabar, ada cara yang jauh lebih unggul (dalam hal kekuatan, tidak merusak  sama sekali), hemat waktu, biaya dan tenaga, dan …… dapat  dikerjakan sendiri tanpa melepas roda.
Caranya adalah dengan mendongkrak roda yang bannya bocor (ban tidak perlu dilepas). Lalu putar  setir agar ban mengarah keluar spakboard. Pompa sampai penuh lalu  putar perlahan sambil disirami air. Setelah tampak gelembung udara pertanda bocornya, tandai daerah bocor (sebaiknya lingkari pake tip-ex). Cucilah hingga bersih daerah bocor
itu lalu dilap dengan lap kering. Setelah kering tetesi dengan lem power glue  sehingga  lem meresap ke dalam lubang.
Cukup dengan lem power glue yang harganya Rp.1000 saja. Bantulah dengan  menusuk-nusukkan benda lancip seperti paku yang bersih ke lubang agar lem lebih lancar masuk. Lalu tunggu kering selama beberapa menit.  Lalu pompa lagi Ok! Pekerjaan menambal selesai.
Apa keunggulannya?
1. Kuat dan anti gagal. Daya adesif lem pawer lebih tinggi dibanding  daya kohesif karet sendiri, jadi titik ini menjadi lebih kuat  daripada bagian yang lain. Tidak ada bagian yang mungkin copot atau terpental, karena hanya menggunakan lem, Life time guarantee!
2.  Tidak terjadi pelemahan sedikitpun pada jaringan ban.
3.  Tidak menambah massa yang mempe­nga­ruhi balancing.
4. Tidak akan pernah membutuhkan ban dalam sepanjang umur ban. Menggunakan ban dalam menambah biaya, menambah rumit setting roda,  keandalan yang lebih rendah dan risiko kegagalan yang jauh lebih tinggi.
5. Tidak tergantung pada orang lain dan tukang tambal ban maupun alat-alat yang lebih rumit. Dapat dilakukan sendiri dengan mudah, cukup bermodalkan sebuah lem pawer Rp.1000 saja, satu pompa sepeda anak-anak di rumah, dan dongkrak yang sudah ada. Biaya yang jauh lebih rendah. Satu tabung kecil lem pawer dapat menambal puluhan
titik bocor.
6. Kondisi ban tetap utuh, seolah-olah ban tidak pernah mangalami bocor. Tidak merusak jaringan karet, benang dan kawat ban.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar